Merk Apple dan Reputasi Google
Secara literal, Brand diartikan sebagai merk, dimana merk dijadikan acuan konsumen dalam membeli sebuah produk. Misalnya, Apple. Sebuah merk, merepresentasikan lebih dari sekedar logo dan motto atau slogan. Contoh lainnya, Bendera Indonesia adalah sebuah merk, dimana terdapat nilai-nilai di dalamnya. Nilai yang patut dihargai dan dijunjung tinggi. Nilai-nilai tersebut adalah Pancasila dan UUD 1945 Tetapi merk tersebut bisa jatuh manakala nilai-nilainya tidak dapat dijaga. Seperti Apple... McDonald... atau Coca Cola... konsumen memilihnya karena merk-merk tersebut memberikan apa yang konsumen inginkan, dan itu adalah pilihan yang aman. Sedangkan Google, bergantung pada reputasinya. Reputasi tidaklah jauh berbeda dengan merk, hanya lebih rapuh. Reputasi dapat hilang dalam sekejap. Karena menjaga reputasi berarti harus mempunyai kredibilitas. It means that you must to walk the walk, not talk the talk. Merk yang melakukan bisnis, sedangkan reputasi yang menangani hal politisnya. Lainnya, seperti open source, dibutuhkan reputasi untuk memberikan hak yang adil bagi sang pembuat dan pemakainya. Dimana hampir tidak ada demokrasi; apabila konsumen tidak suka, mereka dapat dengan mudah meninggalkannya. -- entah apalah ini semua. mungkin bisa diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari. personal branding, corporate branding, and your reputation. disadur dari artikel Dana Blankenhorn di ZDNet.com dengan judul yang sama.
