Oh, Integrated Marketing Communication
Kemarin abis ngobrol-ngobrol sama Ferry Zuljanna, seorang web-enthusiast (which also happens to be my brother :) ). Dan ujung-ujungnya sempet ngomongin soal Integrated Marketing Communication (IMC). IMC sendiri bukan istilah yang baru, apalagi di bidang advertising. Inti dari IMC adalah sebuah integrasi dari kampanye online dan offline dari sebuah produk atau brand. Kampanye online dapat berupa pay-per-click program, SEO, banner, email ads, micro-blogging, podcast, dan banyak lagi. Sedangkan channel offline marketing contohnya printed ads (koran, majalah), public relation, billboard, radio ataupun TV. Satu poin penting dalam menjalankan IMC adalah konsistensi informasi, dimana konsumen semestinya harus mendapatkan info yang sama di semua media yang menyentuhnya. Dengan mengambil sudut pandang konsumen, IMC menggunakan pendekatan berdasarkan data untuk mengidentifikasi keinginan konsumen. Data-data ini bisa diambil dari website analytics, phone order, ataupun email reply. Tujuan semuanya adalah untuk membangun hubungan antara brand dan konsumen, termasuk bagaimana cara menjalin hubungan dengan konsumen melalui berbagai macam media, dimana di media yang berbeda, cara pemahaman dan pasarnya berbeda pula. Kenapa IMC itu penting: Karena Internet (titik). Perkembangan internet telah membuat konsumen dapat mengendalikan pasar, dimana sebelumnya, hal ini hanya dapat dilakukan oleh pembuat (manufacturer). ... Sungguh, malam tadi, setelah diskusi dengan Ferry Zuljanna selesai... bikin gw mikir... masih banyak bener yang belum gw pelajari.
